Lyft memperkenalkan program bantuan bagi pengemudinya di Amerika Serikat sebagai respons atas kenaikan tajam harga bahan bakar yang mulai menekan pendapatan para pekerja gig economy. Skema ini memberikan insentif berupa uang kembali (cash back) dan diskon bahan bakar, untuk membantu pengemudi mempertahankan daya beli di tengah kenaikan biaya operasional.
Program ini bersifat sementara dan akan berlangsung selama 60 hari, mulai 27 Maret hingga 26 Mei 2026. Pengemudi yang menggunakan kartu debit Lyft Direct di SPBU tertentu akan menerima keuntungan tambahan setiap kali membeli bahan bakar.
Pengemudi dengan performa terbaik berhak mendapatkan 2% uang kembali, sementara pengemudi tingkat menengah menerima 1%, di luar reward reguler yang sudah ada. Skema ini memungkinkan total penghematan mencapai hampir 94 sen per galon bagi pengemudi tertentu.
Langkah ini muncul seiring harga bensin di AS naik lebih dari 30% dalam beberapa pekan terakhir, dengan harga rata-rata mendekati USD 4 per galon. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan pasokan energi global, termasuk ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak dunia.
Langkah Lyft sejalan dengan tren di gig economy, di mana beberapa perusahaan lain juga mulai memberikan dukungan kepada pekerja yang terdampak lonjakan biaya bahan bakar.
Konteks Industri:
Berbagai layanan ride‑hailing dan antar makanan sebelumnya telah memperkenalkan insentif untuk menahan dampak biaya BBM, seperti pembayaran tambahan per jarak tempuh atau cashback di SPBU tertentu. Meskipun tidak sepenuhnya menutup kenaikan harga, strategi ini membantu pengemudi menjaga pendapatan bersih mereka di tengah tekanan biaya operasional.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com