Harga Minyak Turun 2% di Tengah Harapan Damai Iran-AS

Harga minyak turun sekitar 2% setelah Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan proposal dari Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang berlangsung beberapa pekan terakhir. Penurunan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap potensi meredanya gangguan pasokan energi global.

Harga minyak Brent tercatat melemah ke kisaran USD 102 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun ke sekitar USD 90 per barel. Pergerakan ini terjadi setelah pelaku pasar merespons sinyal diplomasi yang dapat mengurangi risiko gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

Meski belum ada kesepakatan final, langkah Iran yang membuka peluang negosiasi dianggap sebagai sinyal positif. Investor melihat potensi stabilisasi pasokan jika konflik mereda, terutama setelah sebelumnya harga minyak sempat melonjak akibat kekhawatiran eskalasi perang.

Ketergantungan Pasokan Jadi Faktor Kunci

Konflik ini memiliki dampak besar karena melibatkan wilayah strategis seperti Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi sekitar 20% minyak dunia. Ketegangan di kawasan tersebut langsung memicu lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Gangguan pasokan yang terjadi selama konflik juga meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan memperburuk ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, setiap perkembangan diplomatik langsung direspons cepat oleh pasar energi.

Namun, analis menilai pergerakan harga minyak masih akan sangat fluktuatif. Hal ini karena proses negosiasi belum pasti menghasilkan kesepakatan, sementara risiko eskalasi tetap terbuka.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *