Pada 2025, serangan Trojan perbankan Android meningkat drastis hingga 56% dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan terbaru dari Kaspersky bertajuk Mobile Malware Evolution mencatat lonjakan jumlah paket instalasi Trojan perbankan baru (file AOK unik) mencapai 255.090, atau naik 271% dari 2024. Trojan jenis ini dirancang untuk mencuri informasi sensitif pengguna, mulai dari data login perbankan online, layanan pembayaran digital, hingga informasi kartu kredit.
Tren Penyebaran dan Varian Malware
Distribusi malware Android terbaru umumnya melalui aplikasi perpesanan atau situs web berbahaya yang menipu pengguna agar mengunduh aplikasi berisi Trojan. Kaspersky menilai peningkatan ini menunjukkan keuntungan besar bagi pelaku kejahatan siber. Varian Trojan yang paling dominan di antaranya adalah Mamont dan Creduz.
Selain itu, Kaspersky menemukan tren mengkhawatirkan berupa kemunculan backdoor yang sudah terpasang sebelumnya pada perangkat Android. Pemimpin tim analis malware Kaspersky, Anton Kivva, menjelaskan, malware seperti Triada dan Keenadu kini lebih sering muncul dibandingkan tahun sebelumnya. “Pengguna membeli perangkat Android baru, tetapi sudah terinfeksi tanpa disadari,” ujar Kivva, dikutip Bisnis (6/3/2026).
Backdoor yang terintegrasi dalam firmware memungkinkan penyerang mengontrol perangkat hampir tanpa batas. Dengan begitu, pelaku bisa mengakses seluruh informasi korban, mulai dari data pribadi hingga aktivitas digital. Kivva menekankan, malware semacam ini sulit dihapus, sehingga pengguna dianjurkan segera memperbarui firmware perangkat dan melakukan pemindaian dengan solusi keamanan terpercaya.
Ancaman Malware Berdasarkan Wilayah
Secara regional, Kaspersky mencatat sejumlah aktivitas malware yang menonjol:
- Jerman: Trojan-Proxy.AndroidOS.Agent.q menyebar melalui aplikasi tidak resmi yang meniru layanan diskon supermarket.
- Turki: Trojan Coper dan Hqwar menargetkan data keuangan dan informasi pribadi pengguna.
- India: Trojan Rewardsteal berfungsi mencuri data keuangan, sementara Trojan Thamera muncul kembali setelah sempat tidak aktif.
- Brasil: Trojan dropper Pylcasa aktif membuka tautan penyerang, mengarahkan korban ke situs kasino ilegal atau halaman phishing.
Untuk meminimalkan risiko infeksi, pengguna disarankan hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi seperti Google Play atau Apple App Store. Langkah tambahan meliputi memeriksa ulasan aplikasi, menggunakan tautan resmi, memperhatikan izin yang diminta, serta rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi. Kivva menegaskan, “Banyak masalah keamanan dapat dicegah dengan selalu menginstal versi perangkat lunak terbaru.”
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com