Penjualan Mazda di Rusia menunjukkan peningkatan tajam pada awal 2026. Produsen mobil asal Jepang ini berhasil menempati posisi keenam dalam pasar otomotif Rusia, meskipun secara resmi telah menghentikan operasionalnya di negara tersebut sejak beberapa tahun lalu. Lonjakan ini terjadi setelah pemerintah Rusia melakukan perubahan pada kebijakan biaya scrappage mobil, yang memengaruhi pola pembelian kendaraan.
Data industri otomotif menunjukkan bahwa perubahan regulasi tersebut membuat kendaraan dengan mesin lebih kecil menjadi semakin diminati oleh konsumen.
Penjualan Mazda Rusia Meningkat Tajam
Laporan lembaga riset otomotif Rusia menunjukkan bahwa penjualan Mazda di Rusia mencapai sekitar 4.800 unit selama periode Januari hingga Februari 2026.
Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sekitar 300 unit. Peningkatan ini membuat Mazda berhasil masuk ke jajaran enam besar merek mobil terlaris di Rusia.
Kenaikan penjualan tersebut menarik perhatian karena Mazda sebenarnya sudah menarik diri dari pasar Rusia sejak 2022. Keputusan tersebut diambil setelah situasi geopolitik global memicu banyak perusahaan otomotif Barat menghentikan operasinya di negara tersebut.
Dampak Perubahan Biaya Scrappage Mobil
Salah satu faktor yang mendorong lonjakan penjualan adalah kebijakan baru mengenai biaya scrappage mobil yang mulai berlaku pada akhir 2025.
Kebijakan tersebut meningkatkan biaya tambahan untuk mobil impor dengan kapasitas mesin besar. Sebaliknya, kendaraan dengan mesin lebih kecil dikenakan biaya yang relatif lebih rendah.
Perubahan ini membuat konsumen mulai beralih ke mobil yang lebih hemat biaya. Model seperti Mazda CX-5 termasuk kendaraan yang mendapat keuntungan dari aturan tersebut karena memiliki spesifikasi mesin yang masih sesuai dengan kategori biaya lebih rendah.
Mobil Masuk Melalui Jalur Impor Paralel
Meskipun Mazda tidak lagi beroperasi secara resmi di Rusia, mobil merek tersebut tetap tersedia di pasar. Kendaraan tersebut biasanya masuk melalui jalur impor paralel yang dilakukan oleh perusahaan perdagangan independen.
Dalam sistem ini, kendaraan dibeli dari negara lain lalu dijual kembali di Rusia tanpa keterlibatan langsung dari produsen. Praktik tersebut semakin umum digunakan sejak berbagai merek internasional menghentikan aktivitas bisnisnya di Rusia.
Perubahan Struktur Pasar Otomotif Rusia
Sejak 2022, pasar otomotif Rusia mengalami perubahan besar. Banyak produsen dari Eropa dan Amerika Serikat meninggalkan pasar tersebut.
Sebagai gantinya, merek mobil asal China kini mendominasi penjualan kendaraan baru. Namun demikian, beberapa merek Jepang seperti Mazda dan Toyota masih muncul dalam daftar penjualan teratas melalui jalur impor.
Peningkatan penjualan Mazda di Rusia juga mencerminkan bagaimana kebijakan pemerintah dapat memengaruhi dinamika pasar otomotif secara cepat.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.