Produsen Champagne Prancis Cari Pasar Baru di Tengah Ancaman Tarif AS

tarif ekspor Amerika Serikat
Sumber Foto : Canva

Produsen champagne di Prancis timur laut kini tengah menghadapi ancaman serius akibat rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menerapkan tarif ekspor Amerika Serikat sebesar 30% terhadap produk-produk Uni Eropa, termasuk champagne. Ketua Komite Champagne, Maxime Toubart, menyarankan para produsen untuk segera menjajaki pasar alternatif seperti Brasil, Asia Tenggara, dan Afrika Selatan guna mengurangi ketergantungan pada pasar AS.

Amerika Serikat merupakan pasar terbesar bagi champagne, dengan kontribusi sekitar 10% volume ekspor dan 15% dari total nilai penjualan. Kenaikan tarif tersebut diprediksi akan menaikkan harga secara signifikan bagi konsumen di AS serta mengancam keberlangsungan lapangan kerja di sepanjang rantai pasok, termasuk di dalam negeri Amerika.

Dampak Ekonomi terhadap Industri dan Petani Anggur

Stephane Vignon, pemilik usaha keluarga champagne di Verzenay sejak 1946, menilai bahwa penerapan tarif ekspor Amerika Serikat akan berdampak langsung terhadap pendapatan produsen dan kuota panen anggur. “Jika ekspor turun, penghasilan dari penjualan botol juga menurun, dan itu akan mempengaruhi jumlah anggur yang bisa kami panen,” jelasnya.

Toubart juga menekankan perlunya diversifikasi pasar ekspor. Ia mencontohkan industri cognac yang kini mengalami tekanan akibat ketergantungan pada pasar AS dan China. Sayangnya, menurutnya, tidak mudah menemukan pengganti pasar sekuat Amerika. “Tidak bisa serta-merta kita alihkan jutaan botol ke Jepang atau negara lain. Belum ada alternatif yang sebanding,” tegasnya.

Hubungan Dagang dan Masa Depan Ekspor Champagne

Meski ekspor champagne sedikit meningkat menjelang tarif 10% pada April 2025, secara tahunan ekspor masih menurun lebih dari 10% menurut data FranceAgriMer. Jika tarif 30% benar-benar diberlakukan, produsen khawatir hubungan dagang jangka panjang yang telah dibangun dengan pelanggan Amerika akan rusak.

“Kami selalu mengandalkan kualitas dan kepercayaan dalam menjalin relasi. Jangan sampai hubungan ini hancur karena kebijakan tarif,” tutur Hugo Drappier dari Champagne Drappier.


Situasi ini menjadi peringatan bagi produsen champagne untuk segera melakukan diversifikasi ekspor dan tidak hanya mengandalkan pasar tradisional. Tarif ekspor Amerika Serikat menjadi tantangan serius yang harus dihadapi dengan strategi pasar yang lebih luas dan adaptif.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *