Pernah nggak sih, seharian di depan laptop, tapi saat sore tiba, kamu mikir: “Kok rasanya belum ngapa-ngapain ya?” Tenang, kamu nggak sendiri. Banyak orang—termasuk aku
Selama beberapa pekan terakhir, kita sudah menelusuri sisi tersembunyi dari digital marketing—yang jarang dibahas tapi krusial: data dan privasi pengguna. Mulai dari kekhawatiran soal penyalahgunaan
Krisis iklim tak lagi sekadar isu lingkungan. Kini, ancaman tersebut mulai mengguncang fondasi sistem keuangan global. Allianz SE, salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia,
Presiden Donald Trump memberlakukan tarif baru yang memicu kekhawatiran di Eropa. Kebijakan ini berpotensi merusak kesepakatan dagang pasca-Brexit yang mencakup perdagangan Irlandia Utara. Trump menerapkan
Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan memperpanjang tenggat waktu pelarangan atau penjualan TikTok selama 75 hari ke depan. Perintah eksekutif ini menjadi penundaan kedua sejak
Pasar saham dunia terguncang selama dua hari terakhir setelah China mengumumkan tarif balasan 34% terhadap produk asal AS. Kebijakan ini merupakan respons atas tarif 10%
Wall Street anjlok tajam minggu ini, mencatat kerugian terbesar sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020. Investor global merespons negatif terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump
Tesla berada dalam sorotan tajam menjelang pengumuman data pengiriman kuartal pertama tahun ini. Angka pengiriman—yang merefleksikan volume penjualan—diperkirakan turun sekitar 7% dibandingkan tahun lalu, dengan
Chief Executive Channel 4, Alex Mahon, menyoroti bahaya penyalahgunaan data pribadi oleh perusahaan kecerdasan buatan (AI). Ia menyebut praktik ini telah mengikis nilai dari industri
Rebel Energy, perusahaan penyedia energi di Inggris dengan sekitar 90.000 pelanggan, menyatakan bangkrut. Keputusan ini diambil setelah perusahaan kesulitan menghadapi lonjakan harga grosir dan tekanan